TEKNOLOGI “BUOY PLUTO” UNTUK MENGHINDARI BANYAKNYA IKAN YANG MATI MENDADAK DI WADUK KEDUNG OMBO SRAGEN

0
605
views

Terkait dengan banyaknya  ikan yang mati di Waduk Kedung Ombo (WKO) di kawasan Ngasinan, Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, beberapa waktu lalu,  petani atau nelayan keramba di Waduk Kedungombo (WKO), Kecamatan Sumberlawang, Sragen diminta untuk menggunakan teknologi “Buoy Pluto” yang sudah dimiliki petani. Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau lokasi pada hari Kamis, 25 Agustus 2016 lalu. Bupati mengakui, dari hasil dialog dengan petani WKO ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya keracunan ikan di keramba secara massal tersebut, yakni dengan memberikan pendampingan kepada petani keramba untuk kembali menerapkan teknologi “Buoy Pluto” dan pemberian probiotik. “Buoy Pluto” merupakan alat yang dipergunakan untuk mendeteksi kualitas air dan keasaman air. Alat tersebut, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sudah lama dipasang  di WKO. Sementara, dalam pemberian pakan ikan harus diberi probiotik, agar yang tidak terurai atau tidak dimakan tidak menjadi racun bagi ikan. Kematian ikan di WKO tersebut, terjadi merata hampir setiap keramba ikan. Sebagian keramba ikan milik perusahaan yang dikelola oleh warga setempat dan sisanya dikelola secara mandiri oleh warga sekitar.

Matinya ikan dalam keramba tersebut, diawali dengan kondisi air yang keruh secara mendadak. Kalangan petani ikan tidak tahu pasti penyebab air di WKO tersebut menjadi keruh. Mereka hanya tahu lapisan tanah di dasar waduk tersebut terangkat ke permukaan sehingga membuat air menjadi keruh.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here