Home Berita Lokal BPBD Sragen Memetakan Wilayah Kekeringan ada 146 Dukuh di 7 Kecamatan

BPBD Sragen Memetakan Wilayah Kekeringan ada 146 Dukuh di 7 Kecamatan

165
0

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mulai memetakan daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih di wilayah Kabupaten Sragen. Sebanyak 146 Dukuh di 36 Desa atau 7 Kecamatan di Kabupaten Sragen, tahun ini dipetakan masuk kawasan rawan kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen Sugeng Priyono, SH, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 20 Juni 2019 mengatakan, musim kemarau di wilayah Kabupaten Sragen di mulai pada akhir bulan Juni 2019 hingga akhir November 2019. Hal tersebut, berdasarkan patokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah. BPBD memprediksi cakupan wilayah yang mengalami kekeringan pada tahun ini akan bertambah, tidak hanya di 146 Dukuh di 36 Desa atau 7 Kecamatan di utara Sungai Bengawan Solo. 7 Kecamatan tersebut meliputi, Kecamatan Sumberlawang, Jenar, Miri, Mondokan, Tangen, Gesi dan Sukodono. Sugeng Priyono, SH mengungkapkan, sampai saat ini memang belum ada permohonan dropping air bersih dari masyarakat yang masuk kawasan kekeringan kepada BPBD Kabupaten Sragen. Apabila ada data di luar 36 Desa tersebut, maka harus ada surat permohonan dari Pemerintah Desa yang diketahui Pemerintah Kecamatan.

Lebih lanjut Sugeng Priyono, SH menyampaikan, dalam menyiapkan penyaluran bantuan air bersih untuk sejumlah Desa tersebut, sesuai rencana dropping air bersih akan dimulai tanggal 1 Juli 2019 atau jika ada permohonan warga dalam kondisi darurat kekurangan air bersih. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, agar tidak terjadi tumpang tindih. Koordinasi dilakukan dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Sosial (Dinsos), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen untuk menyamakan persepsi dan untuk memetakan tambahan wilayah kekeringan.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here